Showing posts with label Games. Show all posts
Showing posts with label Games. Show all posts

Friday, November 18, 2022

Review : Doraemon Story of Seasons Friends of The Great Kingdom (Switch)

Setelah bertahun2 berhenti menulis blog, ntah kesambet apa pagi ini tiba2 kepikiran untuk menulis lagi. Karena 1 minggu terakhir ini saya baru memainkan game baru di Nintendo Switch, jadi mari kita review game baru yang sedang saya mainkan ini, yaitu Doraemon Story of Seasons : Friends of The Great Kingdom. Saya tertarik main game ini karena masa kecil saya diisi dengan game simulation seri Harvest Moon dan tentu saja, kartun Doraemon di RCTI. Kartun yang bisa bikin saya bangun pagi di hari Minggu, padahal biasanya setiap mau sekolah saya susah sekali bangun pagi.

Sebelumnya mungkin ada yang bertanya2, loh memori masa kecilnya dengan game Harvest Moon tapi ko sekarang bahasnya game dari serial Story of Seasons? Apa hubungannya? Oke, gini gini. Jadi game Harvest Moon yang kita kenal dulu, itu game yang dibuat oleh Developer Marvelous, dan didistribusikan oleh Natsume sebagai publisher. Pada tahun 2012, dengan alasan perbedaan visi (klasik sekali 😅) akhirnya Marvelous dan Natsume berpisah. Marvelous melanjutkan seri game tersebut dengan nama Story of Seasons, sementara Natsume sebagai pemegang lisensi judul Harvest Moon juga tidak mau kehilangan pasar, sehingga Natsume memutuskan untuk men-develop sendiri game Harvest Moon dan tetap melanjutkan seri tersebut. Jadi game Harvest Moon yang kita kenal dulu, sekarang bernama Story of Seasons. Lalu bagaimana dengan game berjudul Harvest Moon yang beredar di pasaran sekarang? Well, menurut saya bagaimanapun juga, roh sebuah game itu ada di developer, bukan di publisher. Walaupun Natsume berusaha untuk melanjutkan seri tersebut, tapi tanpa developer aslinya, tentu saja feel-nya akan berbeda. Game Harvest Moon terbaru besutan Natsume, yaitu Harvest Moon : One World mendapat kritik yang sangat tajam. Saya sampai ga tega untuk menulis reviewnya, jadi silakan di-browsing saja 😀

Oke, kembali ke game Doraemon Story of Seasons : Friends of The Great Kingdom. Game ini menceritakan tentang Nobita yang bertengkar dengan ibunya pada saat libur musim panas. Akhirnya Nobita dan Doraemon, beserta kawan-kawannya memutuskan untuk pergi menaiki pesawat luar angkasa menuju sebuah planet asing. Di planet tersebut mereka menemukan seorang anak laki-laki yang terluka. Setelah menolong anak yang kemudian diketahui bernama Lumis, mereka diajak melihat2 lingkungan sekitar yang berada di sebuah kerajaan, dan pada akhirnya mempersilakan Nobita untuk tinggal di farmhouse selama libur musim panas. Long story short, kita akan bermain sebagai Nobita, dan membantu Lumis untuk mengembalikan masa kejayaan farm yang ada di kerajaan tersebut.

Cover game untuk Nintendo Switch


Untuk gameplay-nya sendiri, bagi kalian yang pernah bermain dengan seri Harvest Moon original ataupun seri Story of Seasons, pasti familiar dengan gameplay-nya. Untuk kontrol dan fungsi tombol2nya cukup simple dan user friendly. Untuk sehari-hari kita bisa menghabiskan waktu di farm mengurus tanaman seperti sayuran, buah-buahan, atau bunga, dan mengurus hewan ternak seperti ayam, sapi, domba, llama, bahkan lebah. Kita juga bisa memancing di sungai atau pantai, foraging di hutan, atau menambang di mine. Selain itu juga akan ada to-do list dari Lumis, request dari warga sekitar, dan objective lain sehingga kita tidak pernah kehabisan kerjaan. Kemudian kita juga bisa mendekorasi farm kita dengan dekorasi2 agar unik, dan meng-upload-nya ke internet. Kita juga bisa melihat-lihat farm orang lain untuk mencari inspirasi.

Gameplay dan scenery dalam game.

Yang menarik lagi dari game ini adalah grafiknya yang menurut saya cute. Grafiknya yang seperti lukisan cat air ini mengingatkan saya akan buku2 dongeng. Kolaborasi tema Doraemon ke dalam game farming simulation ini juga cukup pas. Kita akan dibantu dengan gadget2 yang aneh tapi canggih dari Doraemon. Seiring berjalannya waktu, ketika pekerjaan di farm sudah semakin banyak, kita bisa meminta kawan2 Nobita untuk membantu kita seperti menyiram, mamancing, bahkan menambang. AI atau Artificial Intelligence untuk bala bantuan ini menurut saya cukup akurat dan sangat membantu menghemat waktu. Namun apabila kita tidak mau mengandalkan AI (atau "komputer") kita juga bisa meminta bantuan teman kita di dunia nyata dengan mode 2 Player. Yes, asalkan ada 2 controller, kita bisa meminta teman untuk bermain sebagai Doraemon dan membantu kita di farm. Mode ini juga cocok untuk yang punya anak kecil dan sering nimbrung pengen ikutan main. 

Tapi dibalik menariknya game ini secara keseluruhan, ada sedikit yang mengganjal untuk saya, yaitu cutscene yang banyak dan dialog yang panjang2. Di awal game dimana masih banyak perkenalan dengan karakter2 atau warga, cutscene ini cukup banyak dan menghabiskan waktu. Kemudian untuk setiap pertambahan friendship dengan setiap karakter juga akan ada cutscene yang sedikit mengganggu apabila saya sedang melakukan aktivitas tertentu. Apalagi, untuk penambahan hati atau firendship di game ini relatif sangat mudah. Sebagai tambahan juga, ketika pertama bermain, peta denahnya cukup menantang karena tidak menunjukkan jalur2 / jalan, hanya menunjukkan lokasi sehingga agak menyulitkan dalam navigasi. Namun hal ini bukan masalah karena seiring waktu, kita akan hafal diluar kepala untuk jalur2 yang biasa kita lewati.

Peta farm dan sekitarnya.


Kesimpulannya untuk game ini cukup menarik bagi saya. Kolaborasi tema Doraemon dan farming simulation cukup apik dan pas, salah satunya adalah dengan menambahkan alat-alat ajaib khas Doraemon yang akan membantu kita dalam aktivitas sehari-hari. Game ini juga cukup menyenangkan dan santai, pace-nya bisa disesuaikan dengan masing2 pemain. Mengingat genre-nya adalah simulasi, tentu permainannya sehari-harinya cukup repetitif, tapi to-do list / objective yang harus dilakukan cukup membantu memberikan arah ketika kita bingung mau ngapain.

Bagi yang tertarik untuk memainkannya, game Doraemon Story of Seasons : Friends of The Great Kingdom ini rilis pada tanggal 4 November 2022 di Indonesia, dan tersedia dalam versi Nintendo Switch, Windows, dan Playstation 5. Saya sendiri memainkan game ini di Nintendo Switch. Saya memainkan game region Asia edisi pre-order yang di dalamnya ada bonus asesoris seperti kostum, furniture, dan juga benih. Dalam region ini sudah tersedia subtitle bahasa Indonesia juga lho. Berikut cuplikan trailer resminya, barangkali bisa jadi pertimbangan bagi kamu yang tertarik untuk memainkannya. Cheers :)



Monday, April 24, 2017

Review : Horizon Zero Dawn (PS4)

Setelah biasa2nya saya selalu telat mainin sebuah judul games karena kesibukan, akhirnya saya ngerasain juga mainin game yang masih banyak dicari orang. Yup, setelah berbulan2 galau milih antara upgrade PC atau beli console, akhirnya saya memutuskan untuk beli console aja. Pilihan saya jatuh ke PS4 karena pertimbangan game2 ekslusif-nya yang lebih menarik bagi saya ketimbang Xbox yang biasanya game2nya keluar juga di PC Windows.
Niat awalnya sih mau beli PS4 di pertengahan tahun ini, tapi setelah denger info tentang game Horizon Zero Dawn yang rilis di bulan Maret, saya jadi kebelet untuk buru2 beli PS4 saat itu juga. Buat saya godaan game yang merupakan game ekslusif PS4 ini lebih dahsyat daripada iklan sirop di bulan puasa. Gimana engga, game Horizon ini men-cover semua yang suka dari sebuah game. Game Action adventure dengan konsep open world, gameplay yang ga ngebosenin, dengan bonus grafik yang menarik. Bahkan beberapa situs games besar ngasih review yang positif dan skor yang lumayan tinggi. Bisa dibilang, game besutan Guerilla Games ini over expectation, terutama untuk ukuran seri game baru. Maklumlah, buat saya mengeluarkan uang sebesar Rp 650.000 untuk sebuah game bukan perkara mudah, saya harus memastikan kalau game yang mau saya beli ini bener2 worth it :D

Suasana dunia dalam game ini cukup menarik, kombinasi dari mesin2 berwujud hewan, manusia yang terbagi dalam beberapa tribe, dan gedung2 tinggi yang udah jadi reruntuhan. Semua itu bikin kita bertanya2, kenapa ada mesin2 canggih di tengah2 kehidupan manusia yang primitif. DI satu sisi mesin2 tersebut canggih sehingga memiliki pemikiran dan naluri masing2, tetapi di sisi lain manusia menggunakan tombak kayu dan panah untuk berburu dan mendewakan matahari dan benda2 peninggalan jaman dulu. Teka-teki inilah yang menjadi inti dari cerita dalam game ini, termasuk karakter yang akan kita mainkan yang ternyata menjadi salah satu kunci misteri tersebut.

Horizon Zero Dawn, dari playstation.com

Dalam game Horizon kita bermain sebagai Aloy, seorang anak perempuan yang ga diakui oleh sukunya karena ga punya ibu dan tumbuh sebagai outcast. Aloy diasuh oleh seorang outcast juga bernama Rost. Nah si om Rost inilah yang mengajarkan Aloy cara bertahan hidup diantara para mesin dan ngasih jalan untuk mencari tau tentang jati dirinya. Di awal game kita bakalan memainkan tokoh Aloy kecil sebagai tutorial sekaligus menceritakan latar belakang si Aloy. Setelah tahap tutorial ini barulah muncul cut scene yang ngeliatin perkembangan si neng Aloy sampai remaja. Setelah neng Aloy remaja inilah kita mulai permainan yang sebenarnya dimana kita bisa free roam di area yang udah di-unlock dan nyoba berbagai senjata yang unik. Untuk ceritanya sendiri, berawal dari Aloy yang mempertanyakan mengapa dia dijadikan outcast karena ga punya ibu, dan siapa ibunya sebenarnya. Niat awal Aloy yang mau mencari tau tentang jati dirinya, berkembang jadi lebih dalam dan luas, sampai berhbungan dengan pertanyaan kenapa ada mesin dimana2 dan kemana peradaban manusia sebelumnya. Bisa ditebak alur cerita berkembang karena tenyata Aloy ini emang bukan orang sembarangan. Cerita yang penuh teka-teki ini bikin kita menebak2 dan ngikutin setiap ceritanya.

Gameplay game Horizon sangat menarik. Untuk yang suka dengan gaya permainan stealth kaya saya, kita beneran dimanjakan dengan fitur2nya. Selain panah dan tombak sebagai senjata utama, kita juga bisa bermain strategi dengan memasang berbagai jenis trap, sembunyi di rerumputan ataupun manjat2 ke tempat tinggi untuk melancarkan silent attack. Sudut pandang game ini adalah third person, dan mungkin buat yang pernah main Assassin Creed bisa ngerasain sedikit aroma2 gaya bermain stealth-nya. Game ini mapnya ga terlalu besar dan cerita utamanya juga ga terlalu panjang. Untuk ngejalanin semua misi dan sampai dapetin trophy platinum, saya hanya butuh waktu sekitar 60 jam aja. Untungnya misi2 dalam game ini bagi saya ga membosankan, make every second worth it :D

Gameplay Horizon Zero Dawn

Dari segi grafis, game ini oke banget. Saya sendiri sebenernya tipe yang lebih mementingkan gameplay dan cerita, tapi dapat game dengan grafis bagus jadi bonus besar buat saya. Grafisnya mengagumkan karena grafis dalam cut scene hampir sama bagusnya dengan grafis dalam gamenya. Apalagi game ini disiapkan untuk memaksimalkan fitur di PS4 pro, bisa dibayangin gambarnya bakalan mulus dan tajam, walaupun spec TV juga ada pengaruhnya. Saya juga kagum dengan detail gamenya, kaya rumput dan rambut karakter yang melambai per helai sesuai arah angin, dan baju yang dipake juga melambai sesuai dengan gerakan karakternya. Saya pribadi suka banget sama detail dalam cut scene. Dalam cut scene karakter kita akan muncul menggunakan baju yang sesuai dengan baju yang sedang kita pakaikan saat itu. Untuk background-nya pun menyesuaikan dengan keadaan saat itu, misalnya kalau saya lagi "parkir" tunggangan saya, ya dia bakalan kebawa sebagai background pas cut scene itu. Keren :D 

Trailer Horizon Zero Dawn

Sayangnya, sama kaya manusia, ga ada game yang sempurna. Bagi saya dan yang pasti bagi para pemain yang punya kecenderungan OCD mungkin bakalan rada terganggu sama final-nya. Tapi selain dari itu game ini oke banget untuk saya, saya juga ga nemu bug atau glitch yang berarti sih. Saya berani deh merekomendasikan game ini buat temen2 yang punya PS4. Tapi saya tetep mneyarankan nonton dulu sedikit bocoran gameplay-nya di Youtube an cari2 info sebelum beli, karena gimanapun juga semua balik ke selera masing2. 

Selamat bermain :)


Tuesday, August 30, 2016

Main Game LAN di Laptop Dengan Windows 8 / 10

Waktu pertama kali saya beli laptop baru dengan OS Window 8, saya langsung ga sabar pengen cepat2 pulang trus main game Left for Dead 2 nge-LAN (Local Area Network) sama pasangan saya. Malah bisa dibilang alasan utama saya nabung beli laptop emang untuk main game, soalnya kalau untuk kerja kan udah dapat komputer dari kantor. Saya yang dari toko udah semangat '45 langsung copy game dari harddisk external ke laptop saya & pasangan saya. Setelah dites, game di masing2 laptop udah jalan. Tapi namanya seri Left for Dead mana seru kalau dimainin masing2, jadilah saya nyoba untuk nyambungin 2 laptop ini dengan koneksi LAN melalui sinyal wi-fi
Saya yang sebelumnya familiar sama Windows 7 pede aja langsung nyoba untuk bikin jaringan LAN. Ternyata untuk windows 8 ini selain tampilan atau user interface yang beda, juga ada sedikit beda settingan. Kalau di Windows 7 untuk bikin koneksi LAN cukup gampang karena udah ada menu settingannya di Control Panel. Kita tinggal buka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center. Dari sini kita tinggal klik SetUp New Connection or Network > SetUp Wireless adhoc (computer to computer) network. Udah deh, disini tinggal diisi pengaturannya.Sedangkan di Windows 8 ini pas buka SetUp New Connection or Network saya malah ga nemuin pilihan untuk SetUp Wireless Adhoc. Nah lo..

Saya yang udah ngebet banget pengen nikah main game merasa ga terima dengan kegagalan saya. Akhirnya saya coba2 sambil browsing2 gimana cara ngakalin untuk bikin koneksi LAN di Windows 8. pokonya gimanapun caranya supaya saya bisa menjalin kebersamaan dengan pasangan saya...di dalam game... Pasangan saya udah mewanti2 supaya laptopnya yang udah saya sandera dari sore jangan dijadiin kelinci percobaan. Dia ga ikhlas kalau Windows-nya yang dibeli dengan tabungan seumur hidup error begitu saja. Terpaksalah laptop saya yang baru berumur 2 jam dari toko langsung dijadiin bahan praktikum. Saya sih santai aja kalau Windows saya error, yang penting DVD Windowsnya masih ada. Lagipula kalau OS nya original malah lebih tenang karena kalau ada apa2 tinggal di-recovery aja :p .
Waktu itu masih jarang ada yang bahas untuk jaringan LAN di Windows 8 karena memang Windows seri ini belum lama rilis. Kalaupun ada yang bahas panjang lebar, saya harus pegang kamus karena yang bahas masih banyaknya di forum luar. Tapi dari sini saya jadi tau kalau fitur LAN wireless di Windows 8 ini masih bisa dipakai ko, cuma emang harus disetting manual. Akhirnya setelah entah-berapa-jam browsing2 dan ngotak-ngatik, saya berhasil juga bikin koneksi LAN melalui Command Prompt (CMD). Caranya adalah sebagai berikut :

Membuat Jaringan LAN (Wireless) di Windows 8 / 10 :

1. Buka CMD > klik kanan > Run as Administrator



2. Untuk bikin jaringan, ketik : 
netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=namajaringan key=password > Enter



Notes : ssid itu untuk id/username, key itu untuk password. Contoh diatas menggunakan tinytuna sebagai id/username, dan adventure123 sebagai password. Bisa diisi sesuka hati, asal diinget2 supaya laptop/PC lain bisa connect

3. Untuk memulai jaringan, ketik :
netsh wlan start hostednetwork > Enter



4. Setelah itu di laptop lain bakalan muncul di pilihan wi-fi untuk id/username yang udah kita bikin. Tinggal klik, masukin password, trus connect deh. Kalau pakai contoh diatas, di pilihan untuk wi-fi bakalan muncul pilihan jaringan dengan nama tinytuna.

5. Kalau udah selesai, untuk menghentikkan jaringan, ketik :
netsh wlan stop hostednetwork > Enter



6. Close CMD
Untuk berikut2nya kalau laptopnya pernah di-connect dan masih nyimpen password-nya, kalau mau disambungin lagi ga perlu mulai dari awal, cukup mulai dari langkah nomor 3 ;)


Mengecek Support Adhoc

Kalau misalnya penasaran nih apakah laptop kita support untuk bikin jaringan LAN Adhoc, bisa dengan mengetik :
netsh wlan show drivers > Enter (kalau support akan tertulis "Yes")




Begitulah cara bikin jaringan LAN di laptop untuk Windows 8. Awalnya saya belajar waktu saya pertama pakai Windows 8. Pas kemarin dapat tawaran untuk free update ke Windows 10, ternyata saya masih belum menemukan settingan Adhoc LAN kaya di Windows 7, jadi saya pakai cara yang sama kaya di Windows 8.
Kalau sekarang teman2 browsing, saya yakin udah banyak nemuin tutorial kaya gini. Saya posting karena inget sama kejadian waktu saya baru beli laptop ini. Selain itu juga karena kemarin ada temen saya yang nanya caranya bikin jaringan LAN di laptopnya yang pakai Windows 8, dan saya bilang jawabannya bakalan diposting di blog saya. Lumayan kan, sekalian promosi :p